Senin, 22 April 2013

Meneladani Kisah Hijrahnya Nabi Ibrahim As




            Hijrah.Istilah tersebut mungkin tidak asing di telinga sebagian orang.Hijrah sering diidentikan dengan berpindahnya Nabi Muhammad saw dari makkah ke madinah untuk berdakwah.Padahal istilah tertsebut memiliki makna yang lain selain berpindah,seperti menyingkir dan mengungsi.Dalam Kamus Bahasa Indonesia,hijrah berarti berpindah atau menyingkir untuk sementara waktu dr suatu tempat ke tempat lain yg lebih baik dengan alasan tertentu (keselamatan, kebaikan,dan sebagainya).
           
Sebelum Nabi Muhammad saw,Nabi Ibrahim as telah diperintahkan terlabih dahulu untuk berhijrah.Selain karena Allah Swt ingin menguji keimanan beliau juga karena untuk menghindari kemusyrikan yang merajalela di negeri tempatnya tinggal tersebut,mengharuskan nabi Ibrahim untuk membawa Hajar dan Ismail ke sebuah wilayah tandus tak berpenghuni yang bernama Makkah,kemudian meninggalkan mereka.
           
Dalam doa nabi Ibrahim yang tercantum dalam Qs.Ibrahim;37 berbunyi:
           

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”
Tampaklah jelas pengorbanan nabi Ibrahim untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

            Setelah ditemukannya air mata zam-zam di tanah tandus tersebut,mulailah orang-orang berdatangan untuk menetap di sana.Nabi Ibrahim kemudian kembali ke mekkah untuk menemui istri dan anaknya,Ismail,serta melaksanakkan perintah Allah yang selanjutnya, yaitu membangun ka’bah,setelah ka’bah berdiri,berkembanglah kehidupan sosial di negeri itu,ditandai dengan banyaknya orang yang berhaji ke Baitullah.

            Pelaksanaan hijrah nabi Ibrahim tersebut memberikan pelajaran bagi kita selaku umat muslim untuk selalu berusaha memperbaiki kehidupan.Bahkan sebuah keluarga yang bertransmigrasi kemudian mereka dapat mengembangkan segala potensi untuk merubah kehidupannya, baik dari aspek ekonomi,religi,hubungan antarkeluarga,hubungan sosialnya lebih baik dari sebelumnya,maka mereka dapat dikatakkan “Berhasil” dalam hijrahnya.Begitu pula seseorang yang menuntut ilmu jauh dari kampung halamannya dengan sungguh-sungguh,kemudian ketika ia kembali ke tempat tinggalnya semula dan memberikan kontribusi yang menjadikan kampung halamannya berkembang,ia juga “Berhasil” dalam berhijrah.

            Perlu kita ketahui bahwa alasan berhijrah bukan hanya sekedar perubahan ekonomi dengan melimpahnya materi,namun untuk membangun kehidupan yang diridhai Allah Swt.Wallahu A'lam bisshawab