Sabtu, 09 Februari 2013

Wanita dalam Dakwah



Dewasa ini jumlah perempuan yang terjun langsung dalam kehidupan masyarakat semakin meningkat.Hal tersebut ditandai dengan mendominasinya perempuan ke berbagai sektor yang semula dimonopoli oleh kaum laki-laki.Bahkan perempuan pun sudah tampil dalam bidang dakwah walaupun jumlahnya tak sebanyak perempuan-perempuan yang memerankan bidang lainnya.
                Sebagian besar dari kaum perempuan cenderung mengabaikan bahkan menjauhi aktivitas dakwah itu sendiri.Pada umumnya “kelangkaan” tenaga dakwah dari kalangan perempuan disebabkan sedikitnya pemahaman mengenai pentingnya peran dakwah,serta kurangnya kemampuan dakwah oleh perempuan dikarenakan minimnya ilmu pengetahuan keislaman dalam bidang dakwah yang dimiliki.
                Allah mewjibkan amar ma’ruf nahi munkar pada umat ini.Baik itu laki-laki maupun perempuan,memiliki tugas yang sama dalam hal menegakkan nilai-nilai kebenaran dan menghapuskan praktek-praktek kemunkaran yang terjadi di masyarakat.Allah Swt berfirman:
  
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”(Qs.At-Taubah 71)

            Ayat tersebut menjelaskan bahwa wanita pun memiliki peranan dalam dunia dakwah. Pentingnya partisipasi wanita dalamhal ini dikarenakan wanita lebih mampu dari laki-laki dalam berkomunikasi dengan baik pada wanita lain,banyaknya muslimah yang membutuhkan bimbingan dalam hal beragama,wanita memiliki kedudukan yang agung dan derajat tinggi di sisi laki—laki seperti suami,saudara,anak,kerabat,maka hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengajak kebaikan pada mereka,selain itu jika kita menginginkan negara ini memiliki generasi bangsa yang baik maka didiklah para wanita dengan baik agar kelak melahirkan generasi yang baik pula.
                Sejak zaman dahulu kaum muslimah telah memegang peran penting dalam kemajuan agama islam melalui dakwah.Mereka memiliki semangat yang tinggi untuk saling menasihati dalam kebenaran serta melarang kemunkaran sesuai kesanggupan mereka.Amar ma’ruf nahi munkar ditegakan dalam berbagai aspek seperti aqidah,hukum,akhlaq,perbudakan dan lainnya kepada kalangan keluarga,umum,ulama,juga para pemimpin dengan berbagai cara seperti memberikan jasa,nasihat,penjelasan,teguran keras,bahkan ancaman sekalipun.Misalnya,ketika perang Yarmuk semakin menjadi,sebagian dari kaum muslim hendak melarikan diri,maka kaum muslimah menghalau mereka dengan cara memukul siapa saja yang lari,sambil mengatakan:”Kalian hendak kemana?kalian akan maninggalkan kami untuk orang-orang kafir bangsa asing itu!.” Akhirnya kaum muslimin termotivasi untuk bertahan di medan perang.Selain itu,Aisyah pula berperan dalam pengumpulan hadits,Hafsah binti Sirin menyuruh para pemuda untuk memanfaatkan masa mudannya,Ummu Darda melarang Abdul Malik bin Marwan melaknat pembantu.Dan masih banyak lagi kisah-kisah lainnya.
                Saat ini peluang wanita dalam dunia dakwah semakin terbuka ,terlebih perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat menjadikan segala hal mudah di akses,ditambah lagi berjamurnya lembaga pendidikan maupun sosial yang menunjang kemajuan dakwah islam.Berbagai cara bisa di tempuh wanita untuk berperan dalam dakwah seperti memberikan kuliah,seminar,menjadi aktivis sosial,guru,perawat rohani islam,pembimbing di lapas wanita,konselor,sebagai tenaga profesional dalam kegiatan perencanaan dan pengelolaan pengembangan masyarakat islam di semua direktorat,menjadi penulis di berbagai media,menjadi mubalighah dan lain-lain.
                Peranan muslimah tersebut merupakan bagian dari agenda perubahan umat Islam.Wanita diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaikny pada keluarga dan masyarakat melalui kecerdasan serta potensinya.Ketika seorang wanita melakukan aktivitas dakwahnya,ia mesti mendapat izin dari penanggung jawab dirinya seperti orang tua atau suami bagi yang telah berkeluarga,ia juga harus memastikan bahwa tugasnya dalam keluarga tidak terabaikan. Dalam dunia profesionalnya bukanlah sebatas mangharap materi semata akan tetapi untuk beribadah,karena pada hakikatnya seluruh hidup kita hanya untuk ibadah.Wallahu a’lam bishshawab

Pendekatan pokok dalam studi budaya




         Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia,kebudayaan diartikan sebagai hasil kegiatan dan penciptaan batin(akal budi) manusia seperti kepercayaan,kesenian,adat istiadat,dan kegiatan(usaha)batin untuk menciptakan sesuatu yang termasuk hasil kebudayaan.Sedangkan Edward Taylor  berpendapat bahwa budaya adalah kompleks, yang mencakup pengetahuan, seni, kepercayaan, adat istiadat, hukum, moral dan kebiasaan lain dan kemampuan yang diperoleh manusia sebagai anggota suatu masyarakat tertentu.
Studi budaya memiliki beberapa karakter diantaranya:
1.       Budaya itu dipelajari dan diperoleh
2.       Budaya diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi
3.       Budaya berkembang melalui interaksi individu
4.       Budaya merupakan pemikiran yang mendalam untuk dijadikan simbol yang memberikan makna terhadap lingkungan melalui pengalaman
Budaya dapat dipelajari melalui enkulturasi yang merupakan proses dimana seorang individu memahami persyaratan studi budaya masyarakat sekitarnya.Dalam studi budaya di kategorikan menjadi dua bagian:
1.       Budaya Implisit
merupakan hubungan antara kelompok dan satu kelompok individu dimana mengatur dan diharapkan untuk berperilaku sesuai dengan budaya kelompoknya.
2.       Budaya Eksplisit
adalah kebalikan dari budaya implisit dimana sekelompok individu mengadopsi budaya dari satu kelompok individu dengan budaya yang berbeda.
Pada dasarnya budaya bersifat dinamis, karena sering dipengaruhi oleh perubahan dalam kehidupan modern.

Dengan demikian,kebudayaan merupakan hasil daya cipta manusia yang menggunakan dan mengerahkan segenap potensi yang dimilikinya,selanjutnya digunakan sebagai kerangka acuan oleh seseorang dalam menjawab masalah yang dihadapinya,sehingga kebudayaan tampil sebagai pranata yang terus menerus dipelihara para pembentuknya dan generasi selanjutnya yang diwarisi kebudayaan tersebut.
Selanjutnya,pendekatan kebudayaan tersebut digunakan untuk memahami agama.Ketika kita melihat dan memperlakukan agama sebagai kebudayaan maka yang kita lihat adalah agama sebagai sebuah keyakinan yang hidup dalam masyarakat,maka agama menjadi corak lokal yang sesuai dengan kebudayaan dari masyarakat tersebut.Untuk dapat menjadi pengetahuan dan keyakinan dari masyarakat yang bersangkutan, maka agama harus melakukan berbagai proses perjuangan dalam meniadakan nilai-nilai budaya yang bertentangan dengan keyakinan hakiki dari agama tersebut dan untuk itu juga harus dapat mensesuaikan nilai-nilai hakikinya dengan nilai-nilai budaya serta unsur-unsur kebudayaan yang ada.Dengan demikian maka agama akan dapat menjadi nilai-nilai dari kebudayaan tersebut.
Apa manfaat melakukan pendekatan kebudayaan terhadap agama?
1.       Sebagai alat untuk memahami corak keagamaan yang dipunyai oleh sebuah masyarakat
2.       Untuk dapat mengarahkan dan menambah keyakinan agama yang dipunyai oleh para warga masyarakat tersebut sesuai dengan ajaran yang benar menurut agama tersebut,tanpa harus menimbulkan pertentangan.
Pengamalan agama yang terdapat dalam suatu masyarakat,diproses oleh penganutnya dari sumber agama yaitu wahyu melalui penalaran.Contohnya teks Alquran dan hadits sudah melibatkan unsur penalaran dan kemampuan manusia.Dengan demikian,Islam menjadi membudaya/membumi ditengah-tengah masyarakat.Melalui pemahaman terhadap kebudayaan tersebut,seseorang akan dapat mengamalkan ajaran agama.

Islam sering disebut produk budaya,khususnya budaya Arab.Hal tersebut dilatarbelakangi oleh banyaknya fenomena budaya arab yang kemudian dijadikan rujukan keagamaan misalnya sakralisasi bulan Ramadhan,mengagungkan bulan-bulan haram(Muharram,Rajab,Dzulqa’dah,dan Dzulhijjah),Penggunaan jilbab yang saat itu merupakan alat kultural untuk pengamanan sosial bagi perempuan dan lain-lain,selain dikarenakan lahirnya Islam di tanah Arab dan bahasa yang digunakan dalam kitab suci agama Islam adalah bahasa Arab.Keterkaitan antara budaya Arab dan Islam seringkali membuat kesulitan membedakan mana yang merupakan budaya islam sendiri dan mana yang bukan.